Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SD Islam Kota Blitar

Pada tanggal 19 Maret 2022, SD Islam Kota Blitar mengadakan workshop peningkatan kompetensi guru. Kegiatan workshop dilakukan sebanyak 2 sesi. Pada sesi pertama materi disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Zainuddin, M.Pd, beliau merupakan Guru Besar Universitas Negeri Malang, dan dimoderatori oleh Bapak Masdarul, M.Pd. Bapak Prof. Dr. Zainuddin, M.Pd menjelaskan bahwa pembelajaran pada abad 21 menggunakan pendekatan HOTS dan pembelajarannya berbasis TPACK. Tidak hanya menjelaskan mengenai pembelajaran, Bapak Prof. Dr. Zainuddin, M.Pd juga menjelaskan mengenai keterampilan yang harus dimiliki murid pada abad 21, antara lain : (1) berpikir kritis; (2) kreativitas dan inovasi; (3) pemahamaan lintas budaya; (4) komunikasi, literasi informasi dan media; (5) komputer dan literasi TIK; (6) karir dan kehidupan.


Diskusi kemudian berlanjut mengenai kurikulum prototype. Kurikulum prototype adalah bagian dari upaya sistem untuk mengatasi krisis belajar. Kurikulum prototype merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Bapak Trimo, S.Pd, M.Pd, beliau merupakan pengawas SD Islam Kota Blitar, dan dimoderatori oleh Ibu Siti Nuruh Hidayah, S.Pd. Bapak Trimo, S.Pd, M.Pd menjelaskan saat ini ada 3 kurikulum yang digunakan, yakni: K13, kurikulum darurat dan merdeka. Kurikulum merdeka sendiri juga dibagi menjadi 3, antara lain: (1) mandiri belajar; (2) mandiri berubah; (3) mandiri berbagi. Setelah menyampaikan mengenai kurikulum, Bapak Trimo, S.Pd, M.Pd menyampaikan mengenai RKT, RKJM dan RKAS. Tujuan dari penyusunan RKS/M adalah:
1. Menjamin agar tujuan sasaran sekolah dapat tercapai
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan
5. Mengoptimalkan partisipasi warga
6. Menjamin Penggunaan sumber daya yang ekonomis, efisien, efektif dan berkelanjutan.





0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *